mengapa menjadi trend following trader dibandingkan yang lain
yello.co

5 Alasan Mengapa Akhirnya Saya Menjadi Trend Following Trader

Saya pernah terombang-ambing tidak karuan saat awal terjun ke dunia trading. Setelah sekian lama, akhirnya saya sadari bahwa ada penyebab sepele yang membuat saya menghabiskan banyak waktu untuk belajar trading (akan saya jelaskan di bawah).

Dan pada suatu ketika akhirnya saya memutuskan untuk menjadi trend following trader.

Bukan tanpa alasan, ada beberapa alasan yang membuat saya memilih trend following sebagai cara saya untuk mencetak profit.


5 Alasan Menjadi Trend Following Trader


Alasan utama: trend following cocok dengan kepribadian saya

Saya berharap alasan ini bisa menjadi alasan utama semua trader untuk memilih strategi trading yang akan digunakannya (tidak hanya untuk trend following saja).

Rumput tetangga memang selalu terlihat lebih hijau, tapi percayalah setiap rumput memiliki masa paceklik.

Siapa bilang jadi trader gak ada godaan?

Ada kok!

Suatu ketika seorang trader pasti pernah dibuat merasa tidak percaya diri karena melihat hasil trader lainnya yang sangat menggiurkan dan di saat itulah seorang trader ingin mengganti strategi trading. Inilah sebenarnya salah satu alasan utama mengapa trader menghabiskan banyak waktu untuk belajar trading. Padahal, trader hanya perlu fokus dengan strategi yang cocok dengan kepribadian sampai benar-benar mengerti akan seluk beluk strategi tersebut.

Jika didasari oleh kepribadian yang cocok, sebagus apapun hasil trading strategi lainnya anda akan sulit pindah hati.

Itulah yang membuat saya memutuskan untuk fokus menjadi trend following trader, kepribadian saya sangat cocok gaya dari trend following itu sendiri, meskipun sisi lain saya sudah mengetahui kekurangan dari trend following dan dengan ikhlas menerima kekurangan tersebut.

Tidak perlu banyak waktu untuk trading menggunakan strategi trend following

Percayakah anda bahwa saya hanya menghabiskan waktu paling banyak 3 jam untuk trading selama sebulan?

Benar, sebulan, bukan sehari.

Efisiensi ini adalah alasan selanjutnya mengapa saya menyukai trend following. Karena sifatnya trading system, maka saya cukup menunggu alert kapan saatnya saya harus masuk, selanjutnya mengatur lot, lalu entry dan pasang SL, beres!

Semuanya dilakukan tidak lebih dari 5 menit dan sisa waktu saya gunakan untuk mencatat performa trading dalam jurnal.

Set and forget

Setelah entry, saya akan membiarkan posisi itu berjalan dengan sendirinya. Saya tidak peduli hasilnya akan loss atau profit, bagi saya jauh lebih penting untuk disiplin menjalankan sistem trading daripada sekadar mendapatkan profit yang besar.

Posisi akan saya cut jika SL tersentuh atau muncul alert sebagai tanda trend telah berakhir. Dengan kata lain, saya trading tidak menggunakan TP sama sekali. Bagi saya, trend yang berakhir adalah TP level yang ideal untuk mengakhiri transaksi sehingga saya bisa mendapatkan ratusan pips dengan stop loss sekitar 20pips saja.

Bebas dari stress

Simpel dan sederhana, tidak memerlukan banyak konfirmasi namun terbukti profitable, membuat aktivitas trading saya benar-benar jauh dari stress.

Saya tidak menghiraukan apa kata orang di luar, mau ada news kek, virus kek, saya hanya percaya dengan sistem trading yang sudah saya buat.

Sedikit terdengar arogan memang, tapi percayalah tidak ada yang bisa anda percaya selain sistem trading yang anda gunakan.

Reward yang tinggi

Saya meletakkan alasan ini sebagai alasan yang terakhir. Bagi saya, profit adalah hasil dari seberapa jauh seorang trader disiplin menjalankan sistem trading, tentunya hasil yang saya dapatkan akan tergantung pada seberapa jauh saya disiplin menjalankan aturan strategi trend following.

Memang benar, reward yang diberikan sangat tinggi, saya terbiasa profit dengan risk reward ratio 1:4 sampai 1:10. Ya, kembali lagi reward ini adalah hasil dari disiplin menjalankan aturan trading. Mau tidak mau, jika saya ingin mendapatkan reward yang tinggi maka saya harus tetap disiplin dengan aturan trading yang ada.


Itulah beberapa alasan mengapa saya menjadi trend following trader. Pada dasarnya kembali kepada kepribadian saya yang suka trading tanpa ribet tapi terbukti ada hasil.

Bagaimana dengan anda? Apa alasan anda memilih suatu strategi? Silakan share cerita anda di kolom komentar.

Salam satu frekuensi. 

Comments

Mantap! Anda hampir selesai membaca artikel ini.

Mau update artikel bermanfaat lainnya? Gampang, cukup masukkan email anda lalu klik 'Subscribe', gratis!