About

MadeGelgel.com adalah sebuah blog yang dikelola oleh saya sendiri, Made Gelgel.

Dibuat pada tahun 2009 menggunakan platform Blogger dan beberapa kali ganti URL. URL pertama adalah mdgelgel.blogspot.com, lalu di tahun 2013 berubah menjadi madegelgel.blogspot.com. Berselang dua tahun setelahnya, tepatnya di bulan Juni 2015 berubah menjadi madegelgel.com hingga detik ini.


Sedangkan saya sendiri, dilahirkan pada tahun 1991 di Jembrana, Kabupaten paling barat pulau Bali. Di waktu luang biasanya saya menghabiskan waktu dengan membaca buku, dan jika memungkinkan saya akan pergi ke tempat di mana saya bisa snorkeling.

Meskipun generasi 90an tetapi saya sangat menyukai irama lawas: 2 tone.

Tahun 2010 adalah waktu pertama terjun di dunia trading. Sampai detik ini saya hanya seorang trader retail, saya tidak memiliki hubungan dengan perusahaan, bandar, broker, instutisional atau semacamnya, saya hanya seorang trader independen yang berdiri di atas kemampuan diri sendiri.

Mengenai apa yang sudah saya dapatkan dari trading, tentu masih jauh dari trader yang berseliweran di jagat digital. Tidak ada sertifikat, layar berjejer, mobil mewah, moge, profit ratusan persen atau screenshot yang penuh dengan profit semua. Hasil trading saya masih banyak loss, bahkan sangat sering, bisa dibuktikan dari sinyal freeschology yang saya berikan. Semua sinyal itu murni dari analisa pribadi dan tanpa rekayasa sedikitpun.

Tidak ada maksud merendah, memang begitu kenyataannya.

Perjalanan trading saya tentu saja tidak mudah dan penuh lika-liku sampai bisa di titik seperti sekarang. Saya sudah mencoba puluhan strategi dan membaca ratusan ebook tentang trading namun semua itu tidak kunjung memberikan profit yang konsisten (serius, saya sudah membaca ratusan ebook, bahkan jika anda berminat membaca semuanya akan saya berikan).

Sempat vakum beberapa bulan karena patah semangat. Perlahan saya coba untuk mendekati trading lagi namun kali ini saya mencoba melihat trading dari 'sudut pandang berbeda dan tidak biasa', tidak seperti informasi yang tersebar luas di internet yang hanya sebatas membahas tentang support resistance, risk reward, win rate, price action, fundamental, atau hal umum lainnya.

Statistik, probabilitas, hukum bilangan besar, trading edge, positive expectancy, adalah sederet istilah trading anti-mainstream yang membangkitkan semangat saya untuk terjun ke dunia trading lagi. Tentu hal-hal tersebut sangat jarang dibahas bahkan tidak banyak yang ingin mengetahuinya karena kebanyakan trader (terutama trader pemula) hanya berfokus pada profit dan loss, kebanyakan trader silau dengan hasil screenshot yang serba biru, kenaikan balance puluhan persen dalam waktu singkat dan hal semacamnya. Padahal sebenarnya, trading tidak hanya sebatas pada profit dan loss saja.

Perjalanan belum selesai. Setelah memahami istilah anti-mainstream di atas, saatnya untuk mencari strategi trading yang paling cocok dengan kepribadian dan ini tidak berlangsung lama karena sebelumnya saya sangat sering gonta-ganti strategi trading. Kurang dari satu hari, saya putuskan untuk memilih strategi trend following sebagai 'teman tak kasat mata' untuk mencetak profit dari pasar forex.

Tentu saja trend following bukanlah strategi yang selalu memberikan saya profit setiap kali entry. Bahkan sebaliknya, trend following sangat sering memberikan loss daripada profit. Ini sangat jauh dari harapan dan keinginan setiap trader. Apalagi jika trader pemula mengetahui kenyataan trend following seperti ini, saya yakin trend following tidak akan masuk dalam list strategi yang mereka inginkan.

Selalu profit,

Win-rate 90%,

Balik modal 1 bulan,

Holy grail,

Percayalah dengan saya, trend following bukanlah jawabannya.

Trend following adalah strategi trading yang mengecewakan!

Serius, saya tidak bercanda.

Namun mengapa saya memilih strategi trend following dibandingkan strategi lainnya yang konon selalu profit?

profit konsisten dengan teknik trading trend following

Bayangkan 6 kali loss berturut-turut seperti pada gambar di atas, tentu ini bukanlah strategi trading yang diinginkan oleh para trader.

Namun dibalik kelemahannya, trend following memberikan reward yang sangat besar.

Saya hanya perlu sekali trading tanpa menaikkan lot/martingale dan BOOM! 6 loss sebelumnya lenyap dan masih menyisakan profit.

Di sisi lain, saya pernah merasakan di mana profit yang sudah dikumpulkan sedikit demi sedikit lalu lenyap begitu saja karena 1 hantaman loss.

Lanjut dan lanjut dan akhirnya tidak menyisakan apapun.

A-P-A-P-U-N

Pernah (atau sering) mengalaminya?

Ya, saya juga pernah.

Menyadari kelebihan dan kekurangan tersebut, alam bawah sadar dan sadar (tentunya) mengatakan bahwa strategi trend following cocok dengan kepribadian saya.

Bahkan trend following adalah satu-satunya strategi yang saya gunakan, saya tidak memiliki strategi cadangan, kedua, ketiga, atau strategi pamungkas.

Itu karena saya yakin trend selalu ada sepanjang market berjalan.

Keadaan pun berangsur berubah, hasil mulai terlihat, yang awalnya biru biru biru lalu hilang karena satu merah, kini saya sudah terbiasa melihat merah merah merah lalu biru dan tetap biru.

Dulu saya sering menahan loss dan akhirnya margin call, sekarang saya lebih sering segera cut loss dan menahan posisi profit sampai ratusan pips dan akhirnya modal bertambah terus.

Dan karena saya memiliki strategi yang memberikan positive expectancy, saya tahu betul mau dibawa ke mana perjalanan trading ini.


Saya berharap apa yang saya bagikan di sini dapat membawa perubahan bagi siapa saja meskipun saya menyadari hanya segelintir orang yang tertarik untuk membahas hubungan antara trading dan matematika atau statistika. Itulah sebabnya saya selalu mengakhiri beberapa artikel dengan kalimat 'salam satu frekuensi', harapannya kita (saya dan pembaca) memiliki pemikiran yang sama.

Apa yang saya bagikan di sini juga tidak banyak karena keterbatasan kemampuan dan kapasitas yang saya miliki, jika ditanya mengenai fundamental maka tanpa malu-malu saya akan mengatakan saya tidak mengerti. Bagi saya, jauh lebih memalukan jika mengaku mengerti padahal sebenarnya tidak. Saya tidak ragu untuk memperlihatkan ketidaktahuan saya terhadap suatu hal yang ada hubungannya dengan trading karena saya sama sekali tidak ada tujuan untuk menjual atau memberikan angan-angan palsu.

Lagipula, sebagai seorang trader tujuan utama saya hanya disiplin mengikuti aturan yang telah saya buat untuk mendapatkan profit, bukan membuat orang impresif, hal itu tidak akan berpengaruh terhadap hasil trading yang saya dapatkan.

Perlu juga untuk diketahui, segalanya yang ada di sini adalah hasil pemikiran dan pengalaman pribadi yang hasilnya belum tentu sama jika dilakukan oleh orang lain.

Saya rasa cukup sekian, sebagai penutup saya ingin menyampaikan kutipan 'basi' namun penuh inspirasi yang mungkin berguna untuk anda:

Hasil yang luar biasa tidak didapat dari kebiasaan yang biasa-biasa saja.

Sukses selalu,

Made Gelgel Dwi Darma

Mantap! Anda hampir selesai membaca artikel ini.

Mau update artikel bermanfaat lainnya? Gampang, cukup masukkan email anda lalu klik 'Subscribe', gratis!